REVIEW JURNAL INTERNASIONAL

REVIEW JURNAL INTERNASIONAL DISUSUN OLEH : Christian Bona 190903120 DOSEN PENGAJAR : Dr. SALLY MARISSA SIHOMBING, S.I.P., M.Si ILMU ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAR SUMATERA UTARA 2021 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas review jurnal internasional ini dengan kemampuan yang dimiliki serta dalam waktu yang tepat. Saya mengucapkan terimakasih kepada ibu Dr. Sally Marissa Sihombing, S.I.P, M.Si selaku dosen yang memberikan tugas dan selaku dosen pengampu mata kuliah Administrasi Keuangan di kelas B. Saya juga berterimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam mendukung penyelesaian tugas ini. Saya sangat berharap bahwa hasil review ini dapat berguna dan dapat memenuhi tugas yang diberikan oleh ibu Dr. Sally pada waktu yang lalu. Saya menyadari sepenuhnya bahwa hasil review ini masih jauh dari kata sempurna dikarenakan oleh terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh karena itu, saya mengharapkan segala bentuk saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Akhirnya, saya harap semoga hasil review ini dapat memberikan manfaat bagi setiap pihak yang membutuhkan. Medan, 12 Jun 2021 Christian Bona Nim. 190903120 DAFTAR ISI COVER 1 KATA PENGANTAR 2 BAB I COMPARE 4 BAB II CONTRAST 5 BAB III CRITIZE 6 BAB IV SHYNTESIS 7 BAB V SUMMARISE 8-10 DAFTAR PUSTAKA BAB I COMPARE KESAMAAN YANG DILIHAT DALAM JURNAL INTERNASIONAL Kelima jurnal internasional ini merupakan jurnal memiliki judul berbeda dan pokok bahasan yang berbeda. Kesamaan yang saya lihat dari kelima jurnal internasional yaitu bahwa antara buku yang satu dan yang lain memiliki focus bahasan yang sama yaitu mengenai keuangan. Mengenai ruang lingkup keuangan, kebijakan-kebijakan administrasi keuangan, bagaimana pengadministrasian keuangan tersebut di berbagai bidang, bagaimana pengalokasian keuangan, bagaimana manajemen keuangan, bagaimana prinsip mengatur keuangan, dll. Selain itu, kelima jurnal ini sama-sama masuk kedalam kategori jurnal internasional. Dimana dalam jurnal membahas permasalahan-permasalahan yang ada dalam ruang lingkup internasional. BAB II CONTRAST KETIDAKSAMAAN YANG DILIHAT DALAM JURNAL NASIONAL Ketidaksamaan atau perbedaan yang saya lihat dari kelima jurnal internasional yaitu antara jurnal yang satu dan jurnal yang lain itu memilik pokok bahasan yang berbeda. Penyajian materi pastinya berbeda dengan jurnal yang lain. Hal ini dapat kita lihat dari bagaimana sudut pandang penulis dalam menyampaikan materinya dan apa saja teori yang dipakai dan dikembangkan dalam tulisannya sebagai pendukung dari tulisannya. Selain itu, perbedaan atau ketidaksamaan yang dapat dilihat dari jurnal yaitu terkait dengan pemunculannya dalam sebuah jurnal yang berbeda. Pada jurnal pertama, yang berjudul Money Growth Targeting yang ditulis oleh Jurgen Von Hagen tahun 1998 memiliki pokok bahasan mengenai bagaimana target pertumbuhan uang yang dilakukan dengan berbagai pertimbangan kebijakan di Jerman. Pada jurnal kedua, yang berjudul Optimal Monetary Policy In Operational Medium-sized DSG Model yang ditulis oleh Malin Adolfson, Stefen Laseen, Jesper Linde, Lars E.O. Svenssoon tahun 2017 memiliki pokok bahasan mengenai bagaimana model kebijakan yang ditawarkan dan diterapkan secara optimal yang berguna bagi si pembuat kebijakan. Pada jurnal ketiga, yang berjudul Bank Finance Versus Bond Finance yang ditulis oleh FIORELLA DE FIORE AND HARALD UHLIG tahun 2017 memiliki pokok bahasan mengenai struktur keuangan di sebuah perusahaan. Pada jurnal keempat, yang berjudul The Impact Of Fiscal Decentralization On Public Administration yang diitulis oleh Jozef Kubás, Zuzana Štofková, Ján Mišík tahun 2017 memiliki pokok bahasan mengenai bagaimana dampak desentralisasi fiscal terhadap administrasi public Pada jurnal kelima, yang berjudul The Politics of Local Tax Policy-Making in Poland yang ditulis oleh Paweł Swianiewicz tahun 2016 memiliki pokok bahasan mengenai bagaimana politik pembuatan kebijakan pajak di daerah Polandia. BAB III CRITIZE PANDANGAN TERHADAP JURNAL NASIONAL Pandangan saya terhadap kelima jurnal internasional ini sudah dapat dikatakan sebagai jurnal nasional yang sudah dapat dikatakan baik. Karena pada kelima jurnal, sudah tercantum beberapa syarat dan ketentuan agar sebuah jurnal dapat dikategorikan sebagai jurnal yang baik dan layak untuk dipublikasikan. Syarat dan ketentuan memiliki susunan yang benar, jurnal disertai fakta-fakta empiris, dan mengandung sumber yang jelas pada pengutipan-pengutipan yang ada. Oleh karena itu, menurut saya kelima jurnal sudah dapat dikatakan layak digunakan oleh setiap orang yang membutuhkannya baik dalam pendalaman pengetahuan umum, memenuhi tugas pembelajaran. Akan tetapi, walaupun jurnal sudah dikategorikan baik si pembaca harus tetap memiliki pemikiran yang kritis, focus agar tidak menjadi kaku dalam menerima apa saja yang disampaikan dalam jurnal karena adang kala sedikit banyak materi yang dituangkan dalam jurnal memiliki tingkatan kata yang cukup sulit dan utk kaum awam akan sedikit sulit mengerti. BAB IV SHYNTESIZE MEMBANDINGKAN ANTARA JURNAL INTERNASIONAL Perbandingan yang spesifik dari antara jurnal internasional yang saya lihat yaitu mengenai materi yang dimuat dalam jumlah halaman yang berbeda. Kadang kala, semakin banyaknya jumlah halaman yang dimuat dalam sebuah jurnal amka materi yang dibahas akan lebih luas dibandingkan jurnal yang memiliki sedikit jumlah halaman, karena akan memuat penjelasan-penjelasan materi yang cukup singkat. Dengan kata lain, jurnal yang memiliki jumlah halaman yang cukup banyak akan menunjukkan pengembangan pembahasan materi yang dituangkan dalam jurnal. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan bahwa dalam suatu jurnal yang memiliki halaman yang cukup banyak dapat mengembangkan materi yang luas dan tepat. Begitu juga dengan jurnal yang memiliki jumlah halaman yang sedikit, kadang kala dapat lebih memuat pengembangan materi yang singkat, padat dan jelas. Selain itu, antara jurnal yang satu dengan yang lain memiliki tingkat penggunaan kosa kata yang berbeda-beda, ada jurnal yang menggunakan kosa kata yang cukup sulit da nada juga yang tidak begitu sulit. Jadi, akan menjadi sebuah alasan untuk ketidaktertarikan membaca jurnal tersebut. BAB V SUMMARIZE MERINGKAS MENGENAI JURNAL NASIONAL Pada jurnal pertama, dijelaskan mengenai pertumbuhan target uang di Jerman, Target moneter datang (diperlukan) ketika suku bunga sudah turun dalam suatu periode. Dengan tujuan untuk mengambil tekanan dari aktivisme harian dari bank dan memungkinkan strategi waktu yang lebih konsisten serta arah kebijakan moneter yang stabil. Pada jurnal kedua, dijelaskan bagaimana membangun kebijakan optimal operasional dalam model Ramses Riksbank, DSGE ekonomi terbuka linier-kuadrat model. Dengan proyeksi kebijakan yang optimal yang artinya proyeksi variabel target tingkat instrumen yang meminimalkan fungsi kerugian. Penulis telah mengilustrasikan penggunaan dan konsekuensi dari konsep kesenjangan keluaran yang berbeda dalam fungsi kerugian dan mengklarifikasi perbedaan antara kesenjangan output relatif terhadap output potensial bersyarat, output trend dan output potensial tanpa syarat, di mana kondisional mengacu pada ketergantungan pada variabel endogen yang telah ditentukan sebelumnya, seperti modal saham. Ketika produktivitas sementara tinggi, output potensial bersyarat melebihi output tren. Kemudian proyeksi kebijakan yang optimal dalam hal ini berbeda secara substansial tergantung pada apakah kesenjangan output bersyarat atau tren memasuki fungsi kerugian. Penulis juga telah mengilustrasikan bagaimana model tersebut menginterpretasikan pembangunan ekonomi di Swedia dengan Resesi Hebat menjelang 2008:3, menggunakan asumsi kebijakan yang berbeda. Penulis mempelajari dampak langsung dari jatuhnya ekonomi dunia, tetapi bukan keuangan limpahan yang pasti menyumbang bagian besar dari penurunan output Swedia. Tantangan penting ke depan untuk profesi ini adalah untuk mengembangkan model DSGE dengan friksi keuangan yang rumit. Dengan alat yang telah kami tunjukkan, kami percaya proyeksi kebijakan yang optimal dalam Ramses dan model DSGE serupa sekarang dapat diterapkan dalam proses kebijakan waktu nyata dan memberikan saran yang berguna bagi pembuat kebijakan untuk keputusan mereka - bersama dengan masukan biasa dari analisis terperinci dan perkiraan keadaan awal ekonomi, simulasi kebijakan dengan fungsi reaksi kebijakan historis, model peramalan lainnya, penilaian, kekhawatiran tentang ketidakpastian model, dan sebagainya. Pada jurnal ketiga, dijelaskan bahwa penulis menyajikan model dengan biaya agensi di mana perusahaan heterogen meningkatkan keuangan baik melalui pinjaman bank atau obligasi korporasi dan di mana bank lebih efisien daripada pasar dalam menyelesaikan masalah informasi. Penulis juga mendokumentasikan beberapa perbedaan jangka panjang utama dalam keuangan perusahaan antara Amerika Serikat dan kawasan euro, dan menunjukkan bahwa model yang ditawarkan dapat menjelaskan perbedaan tersebut berdasarkan ketersediaan informasi. Model tersebut paling cocok dengan data ketika kawasan euro dicirikan oleh ketersediaan informasi publik yang lebih rendah tentang risiko kredit perusahaan relatif terhadap Amerika Serikat, dan ketika perusahaan-perusahaan Eropa menilai lebih dari fleksibilitas bank dan akuisisi informasi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Pada jurnal keempat, dijelaskan Desentralisasi fiskal yang didahului oleh perubahan kompetensi pemerintahan sendiri dan perubahan undang-undang perpajakan pada tahun 2002 hingga 2004 telah mempengaruhi aliran penerimaan pajak untuk anggaran negara. Sejak tahun 2015, pajak kendaraan bermotor menjadi penerimaan APBN; sementara sebaliknya, total pajak penghasilan dari orang pribadi telah dibagi di antara pemerintah daerah. Desentralisasi telah diperkuat dengan meningkatkan aliran penerimaan pajak dari perorangan. Upaya ini berdampak positif pada pendapatan kota dan daerah, yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Pada jurnal kelima, dijelaskan bahwa Actor yang paling penting dalam pembuatan kebijakan pajak daerah biasanya adalah walikota. Juga bendahara kota tampaknya memainkan peran yang lebih penting daripada anggota dewan kota (hipotesis 2). Peran pajak daerah dalam debat politik lokal biasanya sangat terbatas (hipotesis1). Ini adalah masalah yang jarang dibahas daripada beberapa lainnya (terutama yang terkait dengan kebijakan investasi) selama kampanye atau rapat pemilu dengan penduduk setempat. Jarang terjadi bahwa diskusi tentang pajak daerah menarik banyak audiensi pertemuan dewan kota, meskipun kami juga mencatat pengecualian untuk ini aturan. Bukan berarti warga tidak tertarik sama sekali. Mereka biasanya bereaksi gugup terhadap kenaikan tarif pajak, terutama ketika perubahannya lebih dari sekadar inkremental. Di sisi lain, otoritas lokal memahami batasan itu dan mengambil memperhitungkannya dalam keputusan mereka yang sangat hati-hati, sehingga untuk menghindari konflik terbuka tentang pajak masalah. Bagian penting dari pengambilan keputusan lokal adalah perbandingan tarif pajak dengan kota tetangga, yang berbentuk kompetisi tolok ukur. Seperti yang diharapkan dalam hipotesis 1.1, intensitas debat lebih tinggi di local pemerintah di mana pajak daerah membawa hasil pajak yang lebih penting bagi anggaran daerah. Dalam hal pajak pertanian juga telah dibuktikan bahwa jumlah wajib pajak yang besar berkorelasi dengan tarif pajak yang lebih rendah. Namun, bukti itu adalah tidak langsung saja, dan masalah ini membutuhkan studi yang lebih rinci di masa depan. Juga, seperti yang diharapkan dalam hipotesis 1.2, kami menemukan dukungan untuk klaim bahwa semakin besar angkanya wajib pajak, semakin kecil kemungkinan tarif pajak ditetapkan pada tingkat maksimum maximum. Dalam hipotesis 3 kami, kami berharap bahwa sebagian besar anggota dewan mengidentifikasi diri mereka sendiri lebih banyak dengan peran perwakilan pemilih daripada dengan peran anjing penjaga anggaran berimbang. Hal ini terkait dengan upaya mereka untuk membangun dan mempertahankan modal politik sebelum pemilu berikutnya. Sebagian besar pendapat yang dikumpulkan selama wawancara mengkonfirmasi harapan itu, meskipun dalam beberapa pendapat perilaku anggota dewan didorong oleh kepentingan sendiri. Kedua interpretasi itu sebenarnya saling terkait. Komposisi social dewan sering kali mencerminkan struktur sosial masyarakat setempat. Untuk contoh di pemerintah daerah pedesaan yang khas sebagian besar anggota dewan adalah petani. Mereka kepentingan sendiri terkait tarif pajak daerah tidak berbeda dengan kepentingan mayoritas penduduk. Kedua faktor ekonomi (seperti mengurus pendapatan APBD, pembangunan) bisnis lokal, menarik investasi baru) dan faktor politik (mungkin reaksi pemilih) diperhitungkan dalam pembuatan kebijakan pajak daerah. Tapi di keduanya kasus pentingnya pertimbangan ini terbatas, karena terkait dengan pendapatan yang memberikan proporsi yang relatif kecil dari total pendapatan anggaran. juga tidak mereka bagian utama dari beban pajak bagi penduduk lokal dan pengusaha. Oleh karena itu diragukan jika kita berbicara tentang fenomena terpisah yang mungkin disebut politik pajak daerah. Kita sebaiknya berbicara tentang dimensi pajak dari fenomena politik lokal yang lebih luas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Buku Nasional

REVIEW E-BOOK INTERNASIONAL